La Nuit by Elie Wiesel

La Nuit

La Nuit

Novel (tokoh: fiksi, setting: nyata)tentang masa lalu seorang Jewish yang hidup pada masa Jerman ini sungguh menarik untuk dibaca. Dibalik semua kutukan-kutukan dan anugrah manusia pilihan pada mereka, kisah mereka merupakan salah satu penggalan mozaik yang perlu kita ketahui. Elie wiesel atau Eliezer ( Allahku adalah penolongku.Ibrni) adalah seorang lelaki kecil yang dengan kedua matanya sendiri menyaksikan sesama Yahudi di Transylvania, bahkan adik perempuan dan ibunya sendiri dikremasi hidup-hidup oleh Nazi Jerman. Sedangkan ia dan ayahnya menjadi tawanan pekerja paksa yang lebih gila lagi, kemudian ayahnya pun juga mati menjelang kebebasan mereka.

Buku yang dengan kata pengantar Francis Mauriac (sastrawan France yang juga saksi Holocaust penulis “Blood and Flash”) diceritakan dengan gaya bahasa yang datar, seolah-olah merupakan kejadian yang biasa, mirip logat Ernest Hamingway dalam  “Old Man and the Sea” (Belakangan kita tahu jika dia mata-mata KGB di Amerika, mirip Adam malik di Indonesia) ,tetapi menurut saya masih datar miliknya Ernest…

Kita bisa membaca suatu kisah yang menggetarkan jiwa sekaligus menyesakkan dada. Bagaimana tidak, dengan cobaan yang mereka dapatkan bukannya semakin dekat dengan Allah, tetapi malah semakin menjauhinya. Mereka malah mempertanyakan eksistensi Allah, bahwa Allah itu buta, tuli, (maaf), dan Allah di tiang gantungan! Karena tidak memperhatikan mereka.

meskipun begitu, kita juga bisa belajar banyak tentang Yahudi dalam buku ini, kita bisa tahu tentang kedekatan Yahudi dengan hal-hal yang mistik atau ghaib dalam ajaran Kabbala. Meski tidak disebut apa itu Kabbala, tetapi secara eksplisit dikatakan bahwa ajaran Kabbala berisi tentang hal-hal tersembunyi yang hanya diketahui oleh kalangan Yahudi untuk penebusan atas dosa-dosa masa lalu mereka dan datangnya juru selamat di akhir zaman nanti (Menurut sejumlah pakar Islam, pada hari kiamat nanti Yahudi akan bersekutu dengan Dajjal).

Bukankah kisah mereka ini sangat mirip dengan masa lalu mereka ketika berada di bawah kuasa Fir’aun. Sungguh nyata, mereka adalah makhluk yang dilebihkan dari manusia-manusia lain, tetapi juga makhluk yang sangat hina azabnya menyerupai azab Iblis. Al Qur’an dan Injil telah memuji mereka karena otaknya yang pandai. Namun juga mengazabnya karena kesombongan mereka sendiri. Israel telah menjelma menjadi suatu negara yang “hidden super power”

Mengapa buku ini berjudul, La Nuit, alias malam? Mungkin masa itu adalah masa yang gelap bagi mereka, dan kini adalah masa jaya-jaya mereka. Sifat Yahudi yang sombong adalah rahasia umum langit dan bumi, meskipum kita bukan orang-orang pilihan kita harus tetap waspada terhadap rencana-rencana tersembunyi Yahudi. Semoga Allah melindungi kita semua…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s